WELCOME TO MY BLOG

Tampilkan postingan dengan label Japan Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan Culture. Tampilkan semua postingan
Vikri Haryo Seno
Jepang adalah sebuah negara yang penuh dengan para penggemar ramen, ahli ramen, dan maniak ramen bermutu, dan sekarang kota Yokohama telah membuka museum yang ditujukan untuk Ramen.
Salah satu yang terbesar di Jepang ada di Ikeda, Osaka, Momofuku Ando Instant Ramen Museum, disini tersedia bermacam-macam Ramen Instant dari berbagai jenis dan rasa,,hmmmm,,bikin lapar yah...

# Front Of #

In a country bubbling over with noodle-slurping ramenistas, a single ramen museum would never do. If you've already investigated Yokohama's famous ramen shrine, it's time to peel back the lid, add hot water and explore Osaka's Momofuku Ando Instant Ramen Museum.

Bright, colorful and interactive, the museum caters to food tourists, ramen devotees and children alike. If you can't speak Japanese, grab an English or Chinese audio guide on your way in, free with a deposit.

It will come in handy when you are poking around the reconstructed shed where Momofuku Ando created the original Chicken Ramen in his Ikeda backyard in 1958. At the Cup Noodle Drama Theater, an entertaining animation will school you on how the clever inventor transformed a humble bowl of soup into a portable meal slurped all around the world.

Ada beberapa Alasan Kenapa anda harus datang kesini :

1. Mereka memiliki panduan audio bahasa Inggris! karena kebanyakan menggunakan bahasa Jepang yang mungkin bisa dimengerti oleh turis asing. Tapi di sini anda bisa menyerap segala macam pengetahuan yang berguna ramen instan. Seperti, apakah Anda tahu bahwa Momofuku Ando, pencipta Piala Mi Instan, juga menemukan cangkir styrofoam? Menakjubkan! Fakta-fakta ini tidak hanya tumbuh disini.

2. Anda dapat membuat CUP MIE RAMEN INSTANT sendiri.
Di sini Anda bisa memilih apa yang kaldu apa yang diinginkan dan empat bahan.

3. Museum ini bersih, terang dan bercahaya. Penuh warna dan sangat menarik. dan banyak pilihan Mie Ramen sejak jaman dahulu dan sekarang.

4. Anda juga bisa belajar membuat Mie Ramen mulai dari adonan sampai pembuatan akhir.

5. Yang paling menarik, masuk kesini adalah GRATIS

The entire catalogue of every Nissin Instant Noodle ever produced.

2009: Nissin products on sale in domestic Japan

vikrii_chiaki
Vikri Haryo Seno


Hari minggu kemarin, saya dan kawan-kawan saya pergi ke acara japan bunkasai di Margo City..
Acara yang tiap tahun diadakan Margo City ini, sekarang mengambil tema "Origami festival". Terlihat dari desain tempatnya yang dipenuhi dengan origami khas Jepang yang tergantung di atas mall itu.



Dalam acara itu ada seperti biasa Cosplay, Taiko yang super heboh seperti biasa, tetapi yang menarik adalah dengan adanya Memoirs Of G... Yaitu wanita berpakaian yukata dan menari modern. Jarang disaksikan memang. Dan adalagi yang menarik Dance ala B-Boy,ckckck.... Bikin Histeris penonton disana.

Akhir acara seperti biasa ditutup dengan Bon Odori yang ternyata ada pencatatan dari Rekor MURI untuk peserta terbanyak, kira-kira ada 500-an lebih. Sungguh menarik walau Bon Odori cuma sekali doank. Dan terakhir juga ada Hanabi yang setiap peserta tadi memegang satu kembang api, sungguh menarik dan penuh gemerlap malam itu.


Hidup Japan Bunkasai!!!


vikrii_chiaki
Vikri Haryo Seno

Jika suatu saat anda berkesempatan menjejakkan kaki anda di negeri sakura, mungkin pemandangan yang tampak di gambar di samping akan jadi pemandangan biasa bagi anda. Ya… di Jepang , di mana salah satu poros teknologi dunia adalah trademark bangsa ini, keberadaan mesin penjual otomatis (vending machine) seakan bagian tak terlupakan dari sudut jalan, stasiun kereta, terminal bus, gedung-gedung kampus, dan setiap fasilitas umum. Intinya keberadaannya hampir bisa ditemukan di mana-mana. Barangkali jika dicoba dianalogikan, vending machine ini mirip dengan pedagang kaki lima ala Indonesia. Bedanya di vending machine, segala proses jual beli dilakukan sendiri oleh sang pembeli. Sang pembeli yang ingin membeli barang tinggal memasukkan uang dalam jumlah tertentu sesuai harga yang tertera. Pilih produk yang ingin dibeli (biasanya dengan cara menekan tombol di dekat produk yang diinginkan), kemudian produk yang diinginkan akan keluar, jika ada uang kembalian maka uang kembalian akan keluar di bagian box uang kembalian, selesai.

Berdasarkan sejarah, vending machine dipercaya ditemukan oleh Pahlawan dari Alexandria seorang penemu pada abad pertama. Vending machine modern di perkenalkan di London pada awal tahun 1880-an yang mendistribusikan kartu pos. Di US sendiri, vending machine dibuat pada tahun 1888 oleh Thomas Adams Gum Company, mesin ini digunakan untuk menjual permen karet di peron-peron kereta api. Seiring dengan waktu, keberadaan vending machine justru sangat berkembang pesat di Jepang di mana hampir segala jenis barang kebutuhan sehari-hari jika bisa divending machinekan, maka produknya akan tersedia di vending machine. Keberagaman vending machine di Jepang, boleh dibilang sangat-sangat beragam. Beberapa gambar berikut mungkin hanya sedikit contoh dari vending machine yang ada di Jepang:

vending machine kue

vending machine baterai

dan memang seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa masih banyak jenis vending machine di Jepang. Di beberapa stasiun misalnya terdapat vending machine yang menjual minuman hangat siap saji, sehingga kita bisa menyeruput kopi, coklat atau teh untuk menghangatkan tubuh kita di saat musim dingin. Menyeruput segarnya jus jeruk, jus anggur, jus melon di tengah teriknya musim panas.

Keberadaan vending machine yang sedemikian tersebar di Jepang sampai ke pelosok, bahkan sampai di daerah yang cukup jauh dari pusat kota tokyo. Beberapa vending machine juga menyediakan buku, komik, bahkan pakaian dalam juga tersedia di vending machine.

Satu lagi nilai yang perlu dipelajari dari bangsa Jepang adalah, umumnya transaksi di Jepang menggunakan azas kejujuran sebagai faktor yang dihitung dalam merancang setiap perangkat mesin otomatis. Jadi meskipun sebetulnya transaksi bisa diakali dengan beberapa cara, sehingga tanpa mengeluarkan uang sepeserpun kadang bisa diperoleh barang yang kita inginkan, namun orang Jepang memilih untuk tidak melakukannya. Dengan demikian ekonomi tetap berjalan dengan baik, vending machine terawat dengan baik, inovasi-inovasi baru bermunculan tanpa rasa takut akan adanya orang-orang yang akan mencurinya.

Satu tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia, jika vending machine ini ada di Indonesia, apakah nasibnya akan sama dengan telepon umum koin yang hanya bertahan beberapa minggu sejak dipasang? Yaa..dengan ini sangat diperlukan kesadaran dari diri masing-masing untuk menjaga setiap fasilitas umum yang ada di Indonesia agar tetap awet dan tahan lama.


vikrii_chiaki
Vikri Haryo Seno
White Day (ホワイトデー?) (Hari Putih) adalah hari memberi hadiah untuk wanita yang jatuh tanggal 14 Maret. Perayaan ini berasal dari Jepang dan bukan tradisi Eropa atau Amerika. Hadiah berupa marshmallow atau permen diberikan sebagai balasan atas hadiah cokelat yang diterima pria sebulan sebelumnya di Hari Valentine. Di zaman sekarang, hadiah yang diberikan untuk wanita yang disenangi dapat berupa bunga, saputangan, perhiasan, atau barang-barang lain yang disukai wanita.

Pertama kali dirayakan tahun 1980 di Jepang, perayaan ini sekarang juga dirayakan di negara Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan Indonesia. Perayaan White Day berawal dari strategi koperasi produsen permen Jepang yang ingin meningkatkan penjualan permen. Bahan baku permen adalah gula yang berwarna putih (white) sehingga disebut White Day. Ide perayaan diambil dari "Hari Marshmallow" yang merupakan acara promosi kue marshmallow Tsuru no ko yang diadakan toko kue di kota Fukuoka.

Di Hari Valentine, wanita dari berbagai kelompok umur di Jepang memiliki tradisi memberi hadiah cokelat kepada pria yang disenangi, teman sekolah, rekan kerja, pacar, ayah, atau suami. Pria yang menerima cokelat berkeinginan membalasnya, dan niat ini disambut pedagang permen di sekitar pertengahan tahun 1970-an dengan mencetuskan ide "hadiah balasan" berupa kue kering, marshmallow, atau permen.

Pada 14 Maret, sebulan setelah hari Valentine, para pria yang beruntung mendapatkan cokelat spesial pada hari Valentine berkesempatan untuk memberikan permen atau cokelat yang lebih mahal untuk membalas kebaikan wanita tersebut.



Lagi-lagi semua toko membuat promosi besar-besaran untuk perayaan ini, sehingga pria yang paling pelupa sekalipun tidak bisa beralasan lupa akan hari itu. Cokelat yang diberikan oleh para pria biasanya dikemas dalam kotak putih (oleh karena itu disebut "White Day") dan diletakkan dalam sebuah kantung belanja yang terpisah.


Strategi penjualan permen sebagai "hadiah balasan" ternyata berhasil meningkatkan angka penjualan, sehingga koperasi produsen permen nasional wilayah Kanto menetapkan 14 Maret sebagai "White Day". Di tahun 1978, koperasi produsen permen menciptakan slogan untuk White Day sebagai "hari untuk mengirim permen". Setelah dipersiapkan selama 2 tahun, perayaan White Day yang pertama dilangsungkan secara nasional di Jepang pada tahun 1980.
Vikri Haryo Seno
Sumpit adalah alat makan yang berasal dari Asia Timur, berbentuk dua batang kayu sama panjang yang dipegang di antara jari-jari salah satu tangan. Sumpit digunakan untuk menjepit dan memindahkan makanan dari wadah, dari piring satu ke piring lain atau memasukkan makanan ke dalam mulut. Sumpit bisa dibuat dari bahan seperti bambu, logam, gading dan plastik yang permukaannya sudah dihaluskan atau dilapis dengan bahan pelapis seperti pernis atau cat supaya tidak melukai mulut dan terlihat bagus.Sumpit digunakan di banyak negara di seluruh dunia untuk menikmati makanan khas Asia Timur. Di beberapa negara Asia Tenggara, sumpit merupakan alat makan utama yang sama pentingnya seperti sendok dan garpu. Di Indonesia, pilihan sendok-garpu atau sumpit disediakan di rumah makan yang menyediakan masakan Tionghoa, masakan Korea, masakan Jepang, masakan Vietnam, masakan Thailand hingga penjual bakso atau mi pangsit di pinggir jalan.


Pada zaman dulu, gading gajah sering digunakan untuk membuat sumpit mahal di Tiongkok. Pengguna sumpit dari gading gajah adalah kalangan pejabat tinggi dan orang berada. Sumpit dari perak pernah digunakan istana kaisar di Tiongkok untuk mendeteksi racun yang mungkin dibubuhkan pada makanan. Sumpit akan berubah warna akibat reaksi kimia jika makanan telah diberi racun. Pada abad ke-6 atau abad ke-8 Masehi, sumpit sudah merupakan merupakan alat makan yang umum bagi suku Uigur yang tinggal wilayah stepa Mongolia. Di Thailand, sumpit hanya digunakan untuk makan mi dan sup setelah Raja Rama V memperkenalkan alat makan dari barat di abad ke-19.

Kualitas bahan dan bentuk sumpit bisa bermacam-macam, tapi sumpit umumnya terdiri dari sepasang tongkat pendek dan lurus yang mempunyai panjang yang sama. Di bagian pangkal sumpit kadang-kadang diberi hiasan dengan motif dekorasi atau gambar yang menarik agar pasangan sumpit tidak saling tertukar. Hiasan pada pangkal sumpit juga berfungsi sebagai pembeda bagian pangkal dengan bagian ujung sumpit. Bagian ujung sumpit digunakan untuk menjepit makanan sewaktu jari-jari tangan memegang bagian pangkal sumpit.

Panjang sumpit berbeda-beda bergantung pada negara asal sumpit. Sumpit dari Tiongkok biasanya lebih panjang dari sumpit Korea atau Jepang, dengan diameter bagian pangkal dan bagian ujung yang hampir sama. Bagian ujung sumpit tidak dibuat runcing agar tidak digunakan untuk menusuk makanan. Batang sumpit dari Tiongkok lebih berbentuk segi empat panjang supaya tidak mudah tergelincir dari meja. Plastik merupakan bahan pembuat sumpit yang populer di Tiongkok.

Sumpit Korea umumnya terbuat dari bahan logam dan lebih ceper dibandingkan sumpit dari Jepang dan Tiongkok. Sumpit dari Jepang sebagian besar terbuat dari kayu, lebih pendek dibandingan sumpit dari Korea atau Tiongkok dan mempunyai ujung sumpit yang langsing. Bagian ujung yang sangat langsing pada sumpit Jepang dimaksudkan untuk mengangkat tulang dari daging sewaktu orang Jepang makan ikan. Bagian ujung sumpit ada kalanya dibuat berulir agar makanan yang dijepit tidak jatuh.

Bambu dan kayu merupakan bahan pembuat sumpit sekali pakai yang banyak disediakan di restoran termasuk restoran-restoran di Indonesia. Waribashi (割箸 sumpit belah?) adalah sebutan untuk sumpit sekali pakai asal Jepang berbentuk sepotong kayu ringan yang diberi belahan di tengahnya tapi tidak dibelah sampai putus. Pemakai bisa membelah sendiri waribashi menjadi sepasang sumpit yang siap digunakan. Waribashi biasanya disediakan di restoran Jepang atau disisipkan sewaktu membeli paket makanan yang disebut bentō. Di beberapa negara Asia Timur, sumpit yang panjangnya sekitar satu setengah kali sumpit untuk makan dipakai untuk memasak di dapur. Sumpit dapur digunakan untuk pekerjaan menumis dan menggoreng di dalam minyak yang banyak. Tempura digoreng dengan menggunakan sumpit dapur tebal dari kayu atau bahan logam.

Cara memegang sumpit :

Sumpit bisa dipegang dengan tangan kiri atau tangan kanan tergantung pada kebiasaan orang.

  1. Batang sumpit pertama dipegang seperti memegang pensil yang dijepit di antara ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.
  2. Batang sumpit kedua diletakkan di antara jari tengah dan jari manis.
  3. Pastikan kedua batang sumpit dalam keadaan sejajar.
  4. Posisi kedua batang sumpit bisa dianggap benar jika bisa batang sumpit pertama bisa melakukan gerakan ke atas dan ke bawah secara berulang-ulang, sementara batang sumpit kedua dalam keadaan diam.

Di sebagian besar negara-negara Asia Timur, sumpit juga bukan satu-satunya alat makan yang ada di atas meja. Di Tiongkok dan Korea misalnya, sumpit digunakan bersama-sama dengan sendok dan sendok bebek. Dalam menikmati masakan Jepang, orang Jepang biasanya hanya memerlukan sumpit sebagai satu-satunya alat makan, walaupun sendok dan alat makan lainnya juga digunakan sesuai dengan makanan yang dihidangkan.


Etiket :

Secara garis besar etiket penggunaan sumpit berlaku di semua negara walaupun ada perbedaan di sana-sini bergantung pada negara dan daerahnya.


  1. Sumpit biasanya tidak ikut diayun-ayunkan bersama gerakan tangan ketika sedang berbicara, dipukul-pukulkan ke meja atau digunakan untuk mendorong piring dan mangkok.
  2. Sumpit biasanya tidak dipakai untuk memilih-milih apalagi mengacak-acak makanan di piring lauk, dan makanan dilarang dikembalikan lagi kalau sudah diambil.
  3. Sumpit biasanya tidak digunakan untuk menusuk makanan seperti ketika menggunakan garpu, walaupun boleh saja digunakan untuk membelah sayur-sayuran atau kimchi yang masih berukuran besar.
  4. Sumpit biasanya tidak diletakkan begitu saja di atas meja, melainkan di atas serbet, di atas sandaran sumpit atau di atas mangkok.
  5. Di Tiongkok dan Jepang, sumpit dipegang di bagian tengah dan digunakan secara terbalik (bagian pangkal sumpit dijadikan bagian ujung sumpit) sewaktu memindahkan makanan dari piring makanan ke mangkuk nasi tapi bukan ke mulut. Di Korea cara memindahkan makanan dengan bagian pangkal sumpit justru dianggap tidak higienis.
  6. Mangkuk nasi boleh-boleh saja diangkat sampai ke depan mulut, tapi di Korea mangkok nasi harus tetap berada di atas meja.
  7. Sumpit dianggap tabu untuk ditusukkan berdiri di dalam mangkok berisi nasi karena menyerupai hio yang dinyalakan untuk mendoakan arwah orang yang meninggal.


vikrii_chiaki


Vikri Haryo Seno
Akemashite omedetou gozaimasu

Minasama ni okaremashite ha yoi toshi o o mukae no koto to zonjimasu

Keunikan Perayaan Tahun Baru di Jepang

Kebanyakan orang Jepang merayakan pergantian tahun dengan cara yang sedikit berbeda yaitu bersih bersih dan berdoa. Doa bisa dibagi menjadi dua jenis yaitu dilakukan tengah malam tepat pada pergantian tahun atau dilakukan besok harinya. Sangat tidak menyenangkan tentu saja karena perlu diketahui, bulan desember adalah musim dingin jadi antree ratusan meter agar bisa memasuki kuil di tengah dinginnya musim salju tentu bukanlah hal yang mudah. Selengkapnya saya coba tuliskan sebagai berikut.

Tiga aktivitas utama di tahun baru

Osouji

Tahun baru bagi orang Jepang ternyata bukan sekedar proses pergantian tahun semata namun juga berarti datangnya era dan semangat baru. Begitu pentingnya hari tersebut sehingga mereka merasa perlu menyambutnya dengan perayaan khusus. Tentu anda menyangka proses penyambutan itu adalah berupa persiapan pesta, makanan khusus atau perayaan budaya dan yang sejenisnya. Ya, bisa jadi benar, namun ada satu proses yang mungkin belum anda ketahui namun mempunyai makna yang sangat penting bagi kebanyakan orang jepang yaitu Osouji atau bersih bersih. Acara bersih berish ini secara umum sama saja dengan acara bersih bersih sehari hari cuma bedanya dilakukan dalam sekala yang lebih beser dan melibatkan hampir semua anggota keluarga. Semua sudut dan pojok rumah yang biasanya tidak tersetuh sapu atau lap sama sekali pada hari tersebut mulai mendapat bagian. Semua isinya almari dibongkar dan disusun ulang. Bukan cuma itu almari, refrigerator, mesin cuci dan benda berat lainya digeser dan dibersihkan terutama bagian belakang dan bawah yang selama ini jarang tersentuh. Intinya adalah pembersihan total. Menyisakan debu dan kekotoran lain pada tahun berikutnya dipercaya akan mendatangkan pengaruh buruk pada diri atau keluarga. Acara osoji ini tentu cukup melelahkan dan tidak jaran bisa berlangsung selama beberapa hari terutama bagi mereka yang mempunyai rumah cukup luas. Bagi keluarga yang anggotanya berusia lanjut tentu lebih melelahkan lagi. Biasanya anak atau keluarga lain akan ikut membantu, namun tidak jarang karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan banyak keluarga yang lebih senang memakai jasa pembersih rumah.

Doa pergantian tahun

Kemudian pada saat hari puncak pergantian tahun perayaan tidak kalah uniknya. Tempat ibadah (Kuil dan Jinja) menjadi penuh orang yang hendak berdoa. Begitu banyaknya jumlah pengunjung sehingga antrean menjadi sangat panjang sampai ke jalan raya. Untuk kuil yang lebih besar panjang antrean bisa menjadi lebih panjang dan lama. Untuk mencapai altar utama dibutuhkan waktu rata rata satu sampai dua jam. Waktu yang cukup lama dan melelahkan tentu saja apalagi harus dilakukan dalam suasana yang sangat dingin, karena bulan Desember adalah musim dingin di negara ini. Waktu yang dihabiskan untuk mengantre terasa tidak sebanding dengan waktu berdoa, karena doa dalam gaya Jepang hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 detik saja. Tepat tengah malam, saat pergantian tahun, lonceng kuil mulai dibunyikan, membuat suasana tahun baru terasa sangat religius. Melewati tengah malam pengunjung bukannya berkurang namun terasa bertambah banyak. karena kebanyakan pengunjung tidak langsung pulang sehabis berdoa tapi lebih sengan duduk duduk penghangatkan diri di depan api ungun besar yang berada tepat di tengah halaman kuil. Kadang sebagian orang ada yang mengunjungi beberapa kuil sekaligus dalam satu malam tanpa membedakan status agama kuil, Jinja atau Tera bagi mereka sama saja. Yang unik dan tampaknya tidak biasa adalah jadwal kereta api yang biasanya berakhir tengah malam, khusus untuk perayaan tahun baru akan beroprasi sampai pagi hari.

Hatsumoude

Hatsumoude adalah kunjungan hari pertama ke kuil di tahun yaitu tanggal 1 di bulan Januari atau beberapa hari sesudahnya. Suasana kuil menjadi jauh lebih padat dibanding perayaan tengah malam kemarin. Kumpulan orang tampak menyemut khususnya untuk kuil kuil besar Kalau perayaan tahun baru tengah malam biasanya didominasi oleh kaum muda, perayaan hari ini sedikit lebih beragam dan meriah karena ditengah hiruk pikuk orang lalu lalang dengan pakain kimononya, aneka warung tenda juga sering disertai dengan suara speaker dari group keagamaan lain atau tepatnya team misionaris Kristen. Dengan berdiri memegang bendera spanduk besar dan speaker ber-radio tape, mereka berdiri tepat di sisi antrean di beberapa tempat yang dianggap strategis. Anggota team kecil ini andalah campuran orang asing dan orang Jepang sendiri. Toleransi dan kebesaran menerima perbedaan dari masyarakat Jepang, dari kasus ini tampaknya perlu diacungi jempol.

Apakah perayaan tahun baru harus selalu ditandai dengan menunjungi kuil ? Tentu saja tidak ada kata harus apalagi dalam urusan agama atau berdoa di negara ini. Perayaan tahun baru di tempat lain seperti hotel dan tempat hiburan lainya tetap tidak kalah meriahnya atau bahkan jauh lebih meriah karena dikelola secara modern dan lebih profesional. Di beberapa tempat seperti Tokyo Disneyland, Disney Sea, Universal Studio menggelar acara khusus untuk tahun baru yang dikunjungi oleh ratusan ribu orang perhari hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa, demikian juga dengan pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya menjadi penuh sesak sebelum, menjelang dan setelah tahun baru.


Aktivitas unik di tahun baru

Nengajou

Sudah menjadi kebiasaan dari kebanyakan orang Jepang untuk mengirim kartu pos sebelum tahun baru yang dikenal dengan nama Nengajou Kartu yang dikirim umumnya rata rata sekita lima lembar untuk tiap orang atau satu keluarga (angka didapat dari perkiraan saja). Jadi bisa dibayangkan betapa sibuknya petugas pos di Jepang setiap menjelang akhir tahun. Repotnya lagi, kartu post itu harus diterima tepat waktu alias tidak boleh terlambat ataupun terlalu cepat. Untuk mengatasi lonjakan surat yang luar biasa besar ini, pihak pos biasanya akan membuka lowongan kerja paruh waktu besar besaran pada setiap akhir tahun yang biasanya direkrut dari anak sekolahan.

Otsohi dama

Otoshi dama adalah pembagian uang ke anak anak mirip anpao dalam tradisi China. Keluarga atau tetangga akan saling berkunjung mengucapkan selamat tahun baru. Mereka biasanya membawa anggota keluarga secara lengkap termasuk anak anak. Dari pihak tuan rumah, setap anak akan mendapatkan sejumlah uang yang besarnya bervariasi namun umumnya adalah sebesar 1000 yen. Otoshi dama sendiri sebetulnya berarti otoshi (jatuh) dan dama (uang logam), namun dewasa ini pemberian uang logam untuk otoshi dama sudah tidak umum lagi dan cendrung berganti menjadi uang kertas karena uang logam nilanya sudah jauh berkurang dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

Fukubukuro

Fukubukuro adalah tas belanja keberuntungan. Aktivitas ini sepertinya hanyalah akal akalan dari pedagang dalam menjual barang dagangannya. Sejumlah barang dijual dalam bungkusan khusus yang tanpa bisa kita lihat dan pilih isinya, jadi semuanya hanya berdasarkan keberuntungan semata. Walaupun gaya belanja semacam ini bagi sebagian orang aneh, namun tetap saja ramai dan jadi rebutan. Kalau kita antre di counter atau toko yang menjual mainan dan robot, tentu isinya adalah robot dan mainan saja demikian juga dengan counter atau toko lainnya. Bagi anda yang ingin mencobanya diharapkan untuk cukup kuat secara phisik karena harus rebutan dan juga yang paling penting tidak salah memilih counter atau memasuki toko. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi seandainya seorang pria salah masuk ke counter pakaian dalam wanita. Dalam suasana panik dan berebutan, hal itu tampaknya bisa saja terjadi.


Hiasan, Dekorosi atau sesajen

Menjelang tahun baru umumnya setiap rumah akan memasang, Shimenawa, yaitu hiasan di depan rumah, yang berupa jerami yang dibentuk atau diplintir sedemikan rupa membentuk bulatan dipadu dengan daun cemara atau daun lainnya. Disamping itu ada juga kagami mochi yaitu tumpukan kue mochi dan jeruk namun entah kerena alasan praktis atau apa, buah jeruk kebanyakan sudah diganti dengan buah plastik yang menyerupai jeruk. Untuk pusat perbelanjaan toko dan sejenisnya biasanya akan memasang hiasan yang cukup besar yang berbentuk tiga bambu runcing berukuran besar berpadu dengan daun cemara atau pohon lain. Hiasan ini disebut dengan nama Kadomatsu


Makanan dan minuman khas tahun baru

Kue Mochi

Tahun baru identik dengan kue mochi yaitu kue ketan yang ditumbuk dan dibulatkan. Kue ini bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama dan dihidangkan dengan cara memanggangnya di oven toaster. Karena kebanyakan keluarga di negara tersebut umumnya tidak memasak pada saat tahun baru maka kue mochi menjadi salah satu makanan alternatif yang digemari karena keawetannya.

Osechi

Kemudian makanan Osechi yaitu makanan yang hanya muncul di tahun baru saja, terdiri dari berbagai lauk pauk, ketela, ikan kering, udang dll, berwarna sedikit gelap atau coklat dan di masak sedemikian rupa agar tahan selama beberapa hari. Secara tadisional, orang Jepang biasanya tidak memasak selama tahun baru, jadi selama beberapa hari mereka makan dengan menu yang sama yaitu osechi. Kebiasaan ini sudah mulai ditinggalkan karena makanan osechi yang harganya tergolong mahal bisa mencapai 30 ribuan yen per set. Satu set isinya adalah tiga kotak. Makanan ini tergolong sangat mewah dan kemewahaannya kadang ditunjukkan dengan kotak makanan yang sangat bagus dari kayu atau plastik menyerupai kayu dengan motif khusus dan dibungkus dengan kain pembungkus khusus bernama furoshiki.

Untuk membuatnya sendiri di rumah juga tampaknya hampir tidak dilakukan karena disamping memerlukan waktu yang lama juga proses pembuatannya yang cukup rumit. Kebanyakan keluarga sekarang memilih menu hidangan biasa yang lebih murah dan simple. Sama dengan situasi di negara kita atau di negara lain, tahun baru merupakan hari libur resmi, namun toko atau perusahaan biasanya meliburkan karyawannya selama tiga hari, jadi mempersiapkan makanan selama tahun baru adalah tindakan bijak walaupun untuk mendapatkan makanan di luar bukalah tidak mungkin sama sekali.

Ama sake

Yaitu minuman sake. Walaupun namanya adalah sake namun mempunyai kadar alkohol nol persen sehingga tidak dilarang dikonsumsi oleh anak anak. Rasanya sangat manis sesuai dengan namanya yaitu Ama sake yang berasal dari kata amai yaitu manis. Sedikit perlu diketahui bahwa aturan minum alkohol di negara tersebut sangat ketat yaitu sebelum sebelum genap berumur 20 tahun, alkolhol sama sekali tidak boleh dikonsumsi.


明けましておめでとうございます

sumber : wikipedia


vikrii_chiaki

Vikri Haryo Seno


--27 Desember 2009--

Ingin melupakan hal-hal yang kurang menyenangkan di tahun 2009?
Sah-sah aja kok. Bahkan di Jepang mereka menjadikannya tradisi!

Bonenkai, atau biasa disebut ”Forget-the-year party”, tak pernah terlewatkan oleh orang-orang Jepang. Sesuai dengan artinya, Bonenkai dimaksudkan untuk melupakan semua hal yang tidak menyenangkan yang telah terjadi selama setahun dan menyambut awal baru dengan pikiran yang segar. Bonenkai yang dirayakan setiap bulan Desember sebelum tahun baru biasanya diisi dengan acara makan-makan dan minum-minum bersama kerabat atau teman-teman.

Nah, dasar itulah yang dipakai sehingga terlaksanalah acara Japan Bonenkai Festival di Hotel Salak Bogor 26-27 Desember 2009 lalu. Saya bersama 2 rekan saya mempunyai kesempatan untuk mengunjungi festival tersebut. Saya datang pada hari kedua yaitu tanggal 27 Desember karena lokasinya yang cukup jauh dari rumah saya yang di Jakarta. Tapi karena penasaran dengan acara Jepang di Bogor maka saya mencoba datang kesana.

Tak seperti acara Jepang yang biasa saya datangi seperti sebelumnya, acara ini diadakan di sebuah Hotel yang terkenal di Bogor. Konsep yang ditawarkan seperti Family Gathering gitu.

Pertama datang kita harus membeli tiket dengan HTM Rp. 5000 saja. Pertama kali masuk suasananya yah seperti hotel pada umumnya, terlihat megah. Acaranya pun diselenggarakan di beberapa tempat, ada di Ballroom, swimming pool, dan aula-aula lain.


Di aula pertama, diisi dengan berbagai stand-stand pernak-pernik ala Jepang maupun aksesoris-aksesoris lucu. Tidak terlihat esuatu yang baru. Stand-standnya sering kita jumpai di Festival-festival yang sudah ada. Mungkin beberapa ada yang baru dan unik-unik. Di Bagian Lobby kita juga dapat berfoto dengan kimono dan Yukata tetapi dengan membayar sejumlah uang.



Di aula besar (Large Room), disini diisi dengan berbagai acara inti, seperti Washi Performance (Boneka Kertas Jepang), Peragaan Kimono dan tata Carannya, Taiko by Okinawa, Osaka Odori dari Mahasiswa Universitas Pakuan, Cosplay performance, Rampag, Peragaan Batik, Japan Drama, JApan Moviedan masih banyak lagi. Yang menarik disini adalah persembahan Gatot Kaca Cyborg. Disini menyerupai Gatot Kaca tapi diramu secara unik dengan robot ala Anime jepang. Sungguh unik.








Kita beralih ke Swimming Pool, disini terdapat stand-stand makanan dan minuman khas jepang tetapi dengan ala catering gitu. Makanan ini disajikan secara mewah ala Hotel Resto gitu. Untuk membeli makanan tersebut kita harus membeli voucher (kupon) makan yang 1 kuponnya itu seharga Rp. 5000. Rata-rata makanan disini dapet dibeli dengan 3-4 kupon paling mahal. Yang sedikit aneh saja, mungkin penyajiannya, sedikit beda dengan konsep festival Jepang yang ala kedai,terlihat lebih mewah sehingga sedikit aneh makanan yang dibuat. Tapi rasanya lumayan sama sih. Dari sisi penyajian saja yang beda.








Di salah satu aula (disebut Kinanti aula disana), ada panggung kecil yang digunakan untuk performance sebuah band yang beraliran Jepang. Disini terlihat banyak sekali J-Pop dan J-Rock yang sangat antusias.



Acara ini cukup banyak diminati oleh orang sekitar. Terbukti dari banyaknya pengunjung yang datang, sangat ramai sekali terllihat disini,,ckckck... Karena aula stand cukup sempit jadi agak desek-desekan untuk melihat-lihat. Membuat kami malas dan sedikit bosan.



Selebihnya acara ini cukup menarik tapi sayang menjelang sore hujan jadi tidak sempat melihat hanabi. Sehingga saya dan teman-teman memutuskan untuk pulang. Maklum Rumah jauh,,hehehe...
Vikri Haryo Seno
Pertama kita lihat Artis-artis Jepang, pertama kata yang muncul, "Widih Cantik banget,Lucu,Manis,Ganteng,dan sebagainya". Tapi saat kita membandingkan foto artis Jepang di waktu yang lalu dan tampilannya sekarang, mungkin kalian akan kaget dan bilang "Ya ampun...beda banget mukanya!! laen orang kali????!!".

Hahah... Tenang,,matamu tidak salah lihat kok. di Jepang, operasi plastik ataupun bedah untuk memperbaiki bentuk wajah dan tubuh adalah hal yang umum dan menjamur di kalangan remaja Jepang. Apalagi biaya yang ditawarkan beragam dan relatif terjangkau untuk kantong,apalgi bagi artis yang notabene-nya 'Banyak Duit'. Tak heran jika sebelumnya artis Jepang yang terlahir dengan mata sipit bisa tampil dengan mata bulat seperti Barbie...
wah..wah bener-bener kemajuan pesat,,ckckck...

Budaya bedah plastik tidak hanya populer di kalangan wanita Jepang. Kaum pria juga tidak sedikit yang tergiur untuk mencoba. Mulai dari operasi hidung, mata, hingga alat kelamin. Masuknya budaya barat juga menjadi salah satu faktor yang mendorong booming-nya operasi plastik di Jepang.

Pola fikir mereka cenderung melihat artis Hollywood yang bak Pangeran dan Putri Raja.. Figur "ideal" seperti itulah yang yang tertanam dalam pola pikir mereka sehingga banyak yang berusaha untuk mengubah dirinya agar mencapai titik standar 'kecantikan' atau 'ketampanan' yang tidak masuk akal. Perlu disadari diluar kesenangan yang didapat, urusan bedah tentunya beresiko tinggi. Bisa saja berakibat fatal dan mencelakakan diri sendiri. Sudah terhitung banyak kasus malpraktek yang terjadi dalam proses pembedahan mulai dari kerusakan organ, cacat, hingga kematian.

Kasus seperti ini memang jarang di Indonesia. Tapi beberapa orang di Indonesia ataupun beberapa artis pernah melakukan 'Surgery' untuk menambah kualitasnya. Tapi mungkin tidak se-ExTrem di Jepang sana. So,hati-hati jika memilih pasangan orang jepang, Asli atau palsu??? wkwkwkwk...

Semoga dengan artikel ini akankah lebih baik jika kita mensyukuri apa yang kita punya, apalagi masih 'asli' dari Sang Pencipta? Bener tidak?

Ini beberapa foto sebelum dan sesudah dari beberapa artis Jepang ::

Ayumi Hamasaki
Before
Ayumi Hamasaki ]After

Aya Ueto
Before
Aya Ueto
After

Mika Nakashima
Before
Mika Nakashima
After

Hikaru Utada
Before
Hikaru Utada After

Ryuichi Kawamura Before Ryuichi Kawamura After

Kyoko Hasegawa Before Kyoko Hasegawa After

Die Before Die After

Yoon So Na Before Yoon So Na After

Miliyah Kato Before Miliyah Kato After

Kou Shibasaki Before Kou Shibasaki After

Nanako Matsushima Before Nanako Matsushima After

Kyoko Fukada Before Kyoko Fukada Middle Kyoko Fukada After

Untuk lebih jelasnya lagi untuk melihat silakan : Klik Disini


vikrii_chiaki