WELCOME TO MY BLOG
Vikri Haryo Seno
Lebaran sebentar lagi, tapi beberapa hari ini mulai banyak terpajang di beberapa toko, barang-barang beraneka rupa yg disusun sedemikian cantik dan sangat unik, dibikin sangat menarik hingga menimbulkan daya tarik bagi yg melihatnya. Parcel, tidak hanya datang dan ada di setiap lebaran, namun juga di setiap hari Raya besar agama lainnya. Meskipun budaya ini sempat dipertanyakan beberapa tahun terakhir, dan sempat disarankan ditolak, oleh beberapa pejabat pemerintahan, (karena dikhawatirkan punya motif lain). Namun parcel lebaran bagi kalangan masyarakat tetaplah marak, sehingga budaya ini tetap bertahan. Sisi positif parcel tetap bisa diambil manfaatnya, yaitu pengganti diri jikalau tak sempat datang bersilaturahmi, atau buah tangan jika berkunjung ke tempat saudara dan handai taulan.
Dari berbagai macam manfaat dan alasan pembuatan parcel, sangatlah tepat jika dalam pembuatannya atau pemilihan parcel, kita tetap harus memperhatikan 2 hal yaitu, masa berlaku produk (kadaluarsanya) dan tetap memilih produk HALAL

Kalau yang dimasukkan ke dalam paket parcel bukan produk makanan tentunya tidak begitu khawatir, hanya saja kebutuhan masing-masing orang tentunya berbeda. Bila parcel makanan yang akan dikirimkan, biasanya jarang yang dikonsumsi langsung karena makanan-makanan yang ada selama lebaran tentunya masih cukup banyak. kadang parcel baru dibuka setelah lebaran lewat 1-2 minggu. dan praktis parcel hanya menjadi hiasan saja sepanjang minggu pertama lebaran, tentu saja budaya memamerkan parcel ini yang cenderung saat ini banyak terjadi. Semakin banyak parcel yang didapat semakin tinggi prestige penerimanya mungkin.

Bagi distributor Produk Makanan, tentu saja saat ini saat yang tepat untuk “membuang” beberapa produk mereka yang selama ini tersimpan manis di gudang. Bagi pemburu produk murah (agar harga parcel menjadi mahal) tentu saja hal ini bisa menjalin kerjasama yg baik diantara keduanya. Distributor dan pengusaha parcel. Seyogyanya kita harus lebih hati-hati dalam memilih parcel untuk di berikan kepada handai taulan, ataupun menerima parcel baik secara fisik terhadap produk makanan yang diterima, maupun secara lahiriah karena ada maksud tertentu dibalik kiriman parcel tersebut.

Alangkah tepatnya jika “Parcel Lebaran” kita ganti dengan kebutuhan yang bermanfaat bagi si penerima, semisal sembako (gula, mentega, tepung dll) daripada produk kue, kacang atau permen yang hanya akan dikonsumsi dalam hitungan detik. dan yang lebih tepat lagi adalah membagi parcel lebaran kepada orang yang tepat semisal anak yatim, kaum dhuafa dan orang-orang tua. Bukan kepada pejabat pemerintah.

Lebaran hadir dalam nuansa yang baru di rumah kita, setelah sebulan penuh berpuasa, Insya Allah makan kue dan ketupat dari rezeki yang berkah, senantiasa pula dengan makanan yang barokah dan halal.
Label:
Reaksi : 
3 Responses
  1. beneR bGt tuH thN kmRn gw borong parcel,,,emang c harganya murah tp ada beberapa jenis produk udah kadaluarsa walaupn baru kadaluarsa tp tetep aza rugi...


  2. dewi irianty Says:

    untungnya kemaren gak dapet parsel,,jadinya gak kecolongan kayak gini,,hehehe...


  3. Bisnis Parcel yang kadaluarsa...
    Sama saja bisnis gendeng


Poskan Komentar