WELCOME TO MY BLOG
Vikri Haryo Seno
Kalau dengar kata Halloween yang terlintas di kepala tuh hari khusus yang dirayakan ma beberapa negara di luar sana. Trus anak-anak kecil pake kostum yang aneh, dari konstum monster sampai superhero. Secara bergerombol mereka ngetuk pintu tetangga sambil teriak “treat or trick”. Nanti mereka di kasih permen coklat….Banyak labu yang dah dibentuk jadi wajah yang menyeramkan. Itulah yang sering kita dengar di TV.

Di penghujung bulan Oktober, pernik-pernik dan aneka ragam kebutuhan Halloween mulai di jual di mall-mall dan pusat pertokoan di Inggris. Mulai dari tradisi kostum-kostum yang menyeramkan seperti lentera pumpkin, aneka karakter film beserta asesorisnya dan tidak ketinggalan pula dengan permen-permen yang melambangkan ciri khas perayaan Halloween.

Hallowen bisa diikuti dari beragam usia, anak-anak di sekolah-sekolah pun sudah mulai terlibat dengan persiapan perayaan dan pesta Halloween ini. Tapi, apakah Halloween itu? Dan apa makna dari perayaan ini?
Beberapa orang menganggap bahwa Halloween adalah sebuah malam yang menyeramkan dan seperti perayaan yang menyembah setan. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Halloween sebenarnya merupakan festival bangsa Celtic kuno atau perayaan Feralia bagi orang Romawi. Namun sesungguhnya makna dari Halloween ini adalah merupakan perayaan yang campur aduk antara kehidupan, kematian dan perubahan.

Konteks perayaan dalam Halloween, ada 5 hal yang bisa kita ambil artinya, yaitu:

1. Halloween adalah hari besar terbesar kedua di Amerika setelah perayaan Natal. Awalnya Halloween ini hanya dirayakan oleh sebuah komunitas kecil saja dan berhubungan erat dengan panen raya dan diwarnai dengan ramalan dan permainan. Mulai pada abad 19, barulah pengaruh kostum dan bentuk trick and treat muncul. Sehingga akhirnya perayaan ini tidahk lagi mengandung unsur atau motif agama.

2. Trick and treat adalah berasal dari pekerjaan mengemis. Praktek mengemis ini awalnya dilakukan oleh sekelompok kecil orang-orang di Inggris dan biasanya dilakukan pada tanggal 1 November. Hal ini disebut “souling” dimana mereka mengemis makanan dari pintu ke pintu dan sebagai imbalan atas makanan mereka akan mendoakan arwah anggota keluarga yang sudah meninggal.

3. Nyala lampu dalam labu Jack-o’-Lantern adalah melambangkan iblis. Jika anda menyalakan lilin dan meletakkannya dalam labu yang sudah di bentuk Jack-O-Lantern, maka rumah anda akan dijadikan "gerbang" neraka. Menurut legenda, Stingy Jack, telah dua kali membodohi setan, dan menurut perjanjian, Setan tidak akan mengambil nyawanya pada saat kematiannya. Akirnya pada saat Jack mati, ia tidak betah di surga dan ingin masuk ke Neraka, tapi sesuai janji dari Setan, Jack ditolak di neraka. Jack akhirnya harus berjalan dalam kegelapan dengan ditemani lentera yang dibuat dari turnip dan di isi dengan bara api neraka yang didapatnya dari setan.

4. Menurut Ulster American Folk Park di County Tyrone, Northern Ireland, mereka kesulitan dalam menemukan turnip, sehingga harus mencari apa yang bisa digunakan sebagai bahan pembuat lentera, dan akhirnya digunakanlah sayuran yang paling mudah dicari yaitu labu.

5. Bagi bangsa Celtic Kuno, perayaan tahun baru jatuh pada tanggal 1 November, atau merupakan , penutupan masa panen dan awal musim dingin, dan awal dari musim "kematian."

Hari itulah mereka akan merayakan Halloween.

Di malam sebelum 1 November, bangsa Celtic percaya bahwa alam kematian dan mereka yang masih hidup akan kabur sehingga arwah mereka yang sudah mati dapat kembali mengunjungi bumi, sehingga menciptakan berbagai masalah pada tanaman mereka, misalnya tanaman yang pada mati, karena bangsa celtic akan menghadapi musim dingin yang berat.
Label:
Reaksi : 
0 Responses

Poskan Komentar