WELCOME TO MY BLOG
Vikri Haryo Seno
Taiko dalam bahasa jepang berarti drum besar. dulu, taiko sering digunakan untuk memotivasi pasukan, menolong menentukan langkah barisan, dan mengatur perintah. atau untuk aba-aba sebelum dibacakan pengumuman. secara tradisional, genderang ini sebagian besar ditabuh oleh pria, dengan sedikit penabuh wanita untuk taiko kecil yang menghasilkan suara lebih lembut.
hono-o-daiko adalah kelompok penabuh taiko yang ketiga anggotanya wanita. dimulai pada tahun 1986, grup ini lahir dari keinginan seorang wanita untuk bisa memainkan taiko besar yang mampu menghasilkan bunyi keras. sekaligus mematahkan pendapat yang selama ini berkembang di jepang, bahwa hanya golongan pria yang bisa memainkan taiko besar. dibutuhkan kombinasi kekuatan fisik, mental dan spiritual, serta sense musik yang bagus untuk bisa memainkannya.

Hono memiliki arti lidah api yang menyala-nyala. menggambarkan semangat anggotanya yang berkobar, dan tetap bisa menjaga stamina dari awal hingga akhir penampilan mereka. tak kurang dari rusia, mongolia, senegal, prancis, kuba, dominika, amerika, dan inggris pernah mereka singgahi. kini, sebagai penanda 50 tahun hubungan diplomatis indonesia-jepang, ketiga wanita perkasa ini singgah di surabaya, menularkan kobaran semangat perang, sebagai awal rangkain tur mereka di indonesia.

Pemain taiko profesional. umumnya adalah pria. Namun, kelompok Hono-o-daiko yang berasal dari prefektur Ishikawa, Jepang, yang beranggotakan 3 orang wanita, yaitu Akemi Jige, Chieko Kinoshita, dan Mizue Yamada. Hono-o-Daiko dibentuk pada tahun 1986, berawal dari keinginan Ms. Jige Akemi, pendiri dan juga leader dari Hono-o-Daiko, untuk memainkan taiko yang besar dan menghasilkan suara yang paling keras dari pemain taiko yang umumnya adalah pria.
Pada setiap penampilannya, mereka konsisten menampilkan pertunjukan yang bertenaga, bersemangat, dan meriah, namun tetap menjaga keharmonisan nada yang dihasilkan. Spirit dan penampilan mereka yang berapi-api seolah menggambarkan nama kelompok mereka, “Hono-o”, yang memiliki arti “lidah api/nyala api” atau “berapi-api”.
Pengakuan terhadap eksistensi mereka, tercermin dari tingginya frekuensi penampilan mereka, baik di dalam maupun di luar negeri.










gak kebayang kan bagaimana kuat dan tangguhnya wanita-wanita ini dalam menabuh taiko-taiko yang besar dengan sangat apik...
liat saja otot-otot mereka yag besar,mungkn bisa jadi olahraga yang menyehatkan bagi wanita,,hehehe...
sekedar info, foto ini diambil saat Jak-Japan Matsuri tahun 2009 yang diadakan di MONAS beberapa saat lalu...

pengen liat atraksinya,liat aja video di bawah ini :





0 Responses

Poskan Komentar