WELCOME TO MY BLOG
Vikri Haryo Seno
Orang Indonesia sangat menyukai makanan yang digoreng atau gorengan. Untuk itu kehadiran minyak goreng sangat dibutuhkan konsumen Indonesia. Berbagai merek minyak goreng pun membanjiri pasar. Namun, apa yang menarik dari pemasaran minyak goreng dewasa ini? Sejak Tropical masuk ke pasar minyak goreng dengan menonjolkan atribut ”2X penyaringan”, kondisi persaingan cukup terpengaruh. Atribut ”2X penyaringan” mampu membuat Tropical menggerus pangsa pasar pemain-pemain yang lebih dulu bercokol seperti Bimoli. Dengan atribut ini, Tropical ingin menciptakan persepsi kalau minyak gorengnya sehat bagi jantung. Ini diperkuat Tropical dengan menggandeng Yayasan Jantung Indonesia sebagai TPO (Third Party Organization) endorser. Dalam kemasan Tropical, logo Yayasan Jantung Indonesia (YJI) diletakkan berdekatan dengan merek Tropical. Slogan iklan Tropical dibuat sejalan dengan tema kesehatan yaitu ”Sayangi Jantung Anda”.


Kehadiran Tropical membuat pesaing-pesaing minyak goreng lain tidak mau kalah. Mereka khawatir kalau konsumen beralih ke Tropical gara-gara atribut penyaringan ini. Untuk itu, Bimoli menonjolkan atribut PMP atau ”Pemurnian Multi Proses”. Pemakaian atribut ”Multi” (multi berarti banyak), seolah ingin mengungguli penyaringan Tropical yang hanya dua kali.



Sania sebagai pemain minyak goreng juga berupaya tampil ke depan. Sania mengklaim jika minyak gorengnya juga “2X penyaringan”. Sayang, penonjolan atribut “2X penyaringan” saja tidak cukup karena Tropical sudah lebih dulu memakainya. Sania maju dengan mengunggulkan atributnya yang baru yaitu “tanpa bahan pengawet”. Sania mengklaim dirinya sebagai satu-satunya minyak goreng yang tidak memakai bahan pengawet.
Tidak cukup hanya di sini, untuk memperkuat posisinya Sania menggandeng Yayasan Kanker Indonesia. Sama seperti Tropical, Sania memanfaatkan TPO (Third Party Organization) endorser. Sania bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia untuk mensponsori hidup sehat.

Bagaimana dengan Rose Brand? Rose Brand masuk ke kategori minyak goreng dengan mengambil diferensiasi yang sudah dimiliki pesaingpesaing di atas. Rose Brand mengklaim tanpa bahan pengawet, 2X penyaringan, mengandung omega 9, beta karoten, dan vitamin E. Secara khusus Rose Brand tidak menciptakan diferensiasi sendiri namun meliput semua atribut yang dimiliki para pesaing. Rose Brand ingin menjadi minyak goreng yang lengkap atributnya.





Terakhir, minyak goreng SunCo. SunCo mencoba masuk ke pasar dengan membawa perbedaan atau diferensiasi. Pesan iklannya langsung dibuka dengan pernyataan: “Minyak goreng SunCo 5 kali tetap bening, tetap sehat. Bandingkan saja”. Model iklannya juga mengatakan: “5 kali ya …”






REVIEW :
Kalau kita menuang minyak goreng ke wajan, apa yang tampak oleh mata kita? Pasti cairan kental yang licin dan berwarna kuning keemasan. Hampir semua minyak goreng kelapa sawit seperti ini wujudnya. Rasanya susah membedakan merek minyak goreng yang satu dengan yang lain kalau sudah dituang. Inilah yang terjadi kalau suatu produk menjadi komoditi, serba sama. Terlebih lagi bagi minyak goreng yang baru masuk ke pasar. Kalau produknya sama persis dengan pesaing yang lebih dulu, maka tidak ada alasan bagi konsumen untuk meliriknya. Untuk itu agar konsumen mau memberi perhatian, maka minyak goreng yang baru harus membawa perbedaan. Inilah yang dinamai diferensiasi (differentiation) dan selalu didengung-dengungkan oleh para marketer.
Diferensiasi berarti perbedaan yang unik dari suatu merek dibandingkan merek-merek yang sudah ada. Di dalam pemasaran, suatu merek harus memiliki diferensiasi. Logikanya simpel. Kalau tidak ada diferensiasi, mengapa konsumen yang sudah rutin memakai merek tertentu harus berpindah ke merek yang baru?

sumber : 63 Kasus Pemasaran Terkini Indonesia
Label: ,
Reaksi : 
5 Responses
  1. thanks bro info nya, kebetulan gue lg nyari info tentang diferensiasi minyak goreng dipasaran. tp sayang cuma ada 5 brands :P but thanks anyway :)


  2. asslm wr.wb
    bpk/ibu saya mau jadi agen minyak kemasan roseband.
    gimana caranya? lalu sistem pengambilan dan pembayarannya bgaimana?


  3. Minyak Goreng merupakan kebutuhan pokok yg belum dikelola secara maksimal,potensi bisnisnya sangat besar.Hanya saat ini belum ada terobosan sistem tata kelola produksi,distribusi dan delivery service utk market share sd strategi marketing yg dapat meningkatkan omset secara signifikan,yang seharusnya bisa dikelola seperti SPBU/Pertamina.Perihal itu, telah kami buat Konsep Strategi Pemasaran Minyak Goreng yg akan kami launching pada tahun ini.Bagi Podusen Minyak Goreng yg ingin menjadi Leader TOP Brand,silahkan menghubungi kami : hmghufron@gmail.com Terimakasih.


  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.


Poskan Komentar