WELCOME TO MY BLOG
Vikri Haryo Seno
PT Mobile-8 Telecom Tbk, operator layanan CDMA merek Fren, mengakui sulitnya melakukan penetrasi pasar di tengah ketatnya persaingan di industri telekomunikasi.

Karena itu, Mobile-8 hanya ingin survive sampai akhir tahun dengan target pertumbuhan pelanggan relatif konservatif, hanya 8%.

Head of Region IV Mobile-8 Telecom, Henry Harwanto mengutarakan, sebenarnya ceruk pasar telekomunikasi di Indonesia cukup bagus. Hanya saja, saat ini masyarakat sudah lebih dewasa dan kritis terhadap produk telekomunikasi yang digunakan. “Masyarakat sekarang lebih dewasa dan tak mudah mengubah produk telekomunikasi yang digunakan,” tuturnya, Jumat (9/10/09).

Dia menambahkan, operator telekomunikaai bisa berkembang jika mutu layanan dan ketersediaan infrastrukturnya cukup kuat. Hal inilah yang ingin dilakukan Fren, namun karena investasi yang terbatas, maka pihaknya berusaha mengoptimalkan program yang sudah ada.

“Untuk saat ini, kami tetap focus pada layanan seluler dengan produk Fren Duo. Kami masih mengandalkan Fren Duo, karena produk dua nomor dalam satu kartu ini belum dimiliki operator lain,” tegasnya.

Per September, Fren masih berada di posisi ketiga di bawah Flexi dan Esia, dengan jumlah pelanggan nasional 3,3 juta orang. Dari jumlah ini, Jatim-Bali mampu memberi kontribusi sekitar 29% atau sekitar 1 juta pelanggan. Cukup besarnya kontribusi pelanggan Fren di Jatim-Bali, tak lepas dari pertumbuhan penjualan Fren Duo yang mencapai 15%sejak diluncurkan 4 bulan lalu. “Dari pertumbuhan 15% itu, sekitar 10%-11% di antaranya adalah pelanggan Fren yang migrasi ke Fren Duo. Sisanya baru benar-benar pelanggan baru,” tuturnya.

Peningkatan penjualan Fren Duo ini juga terbantu dengan supply distribution kartu perdana yang meningkat 18% selama 2009. Namun, karena tak mudah menggaet pelanggan anyar, maka pertumbuhan penjualan hanya naik 4 persen hingga bulan lalu. “Ya, tahun ini kami hanya berusaha survive saja dengan pertumbuhan 8 persen,” ujarnya.

Terkait hal ini, selain fokus pada layanan voice dan SMS, pihaknya juga mulai melirik layanan data lewat mobile broadband Mobi. Untuk layanan ini, pihaknya memang sedang trial Mobi di enam kota di Jatim, termasuk Surabaya dan sekitarnya. Dalam masa trial ini, pihaknya menggunakan 9 BTS dengan kecepatan internet 1 Mbps saja. “Saat ini kami masih trial dan akan segera me-launching modem ini,” paparnya.

sumber : http://www.kabarbisnis.com/umum/telekomunikasi/286316-Persaingan_ketat__Fren_akui_sulit_penetrasi_pasar.html
Label: ,
Reaksi : 
0 Responses

Poskan Komentar