WELCOME TO MY BLOG
Vikri Haryo Seno

Chicago Christmas Tree


1. Natal di Spanyol
Di Spanyol, saat merayakan Natal, biasanya Nacimiento (kata "palungan" dalam bahasa Spanyol) diletakkan di tengah ruangan. Selanjutnya pada hari Natal seluruh anggota keluarga berlutut mengelilingi palungan tersebut sambil berdoa dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Kebiasaan yang dilakukan anak-anak adalah meletakkan sepatu-sepatu mereka di jendela yang diisi dengan berbagai permen dan mainan. Anak-anak juga pergi dari rumah ke rumah untuk menyanyikan lagu natal dan membacakan ayat-ayat

2. Natal di Meksiko
Orang Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama 9 hari. Setiap malam tampil atraksi dari berbagai keluarga yang berbeda dengan dipimpin oleh anak kecil yang membawa patung Yesus, Maria dan Yusuf yang terbuat dari tanah liat. Mereka berjalan ke rumah-rumah yang sedang melangsungkan pusada (baca: pesta) dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Sementara itu beberapa orang dari mereka berusaha memecahkan boneka yang terbuat dari tanah liat yang tergantung di langit-langit rumah) sehingga seluruh peserta akan dihujani dengan berbagai permen dan hadiah dari dalam boneka buatan tersebut.

3. Natal di Austria
Liburan dimulai tanggal 6 Desember dimana anak-anak berkumpul untuk menunggu kedatangan St. Nicholas (Santa Claus) beserta asistennya yang bernama Krampus (atau Piet Hitam). Pada malam Natal, ikan merupakan menu utama makan malam keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan acara pembagian hadiah dimana seluruh anggota keluarga mengitari pohon Natal yang telah dihiasi dengan lampu dan manisan buah plum.

4. Natal di Jerman
Pohon Natal merupakan hal yang mutlak ada di rumah keluarga Kristen di Jerman. Menjelang malam Natal para orangtua akan mempersiapkan dan menghiasi pohon Natal dengan apel, permen, kacang, kue, mobil-mobilan, kereta api mainan, malaikat, emas- emasan, apa yang merupakan kesenangan seluruh keluarga, dan lilin. Hadiah-hadiah ditempatkan di bawah pohon Natal. Ketika semua sudah siap, bel dibunyikan sebagai tanda bagi anak-anak untuk memasuki "Ruangan Natal." Anak-anak menyanyikan pujian, mendengarkan cerita Natal, dan membuka hadiah mereka yang terdapat di bawah pohon Natal.

5. Natal di Perancis
Pada malam Natal, anak-anak Perancis biasa meletakkan sepatu mereka di depan perapian sambil berharap Santa Claus (Pere Noel) akan memenuhi sepatu mereka dengan berbagai hadiah. Jamuan tengah malam di malam Natal adalah daging yang disebut "le reveillon". Reveillon berarti bangun, atau panggilan untuk hari pertama. Jadi reveillon adalah simbol kebangkitan spiritual dari arti kelahiran Yesus. Daging tersebut bisa terdiri dari tiram, sosis, arak, ham bakar, unggas panggang, salad, buah-buahan dan kue tart. Di Perancis Selatan ada satu tradisi yang unik. Pie/Kue Daging Natal (pain calendeau) dipotong secara bersilang dan dimakan hanya setelah bagian yang pertama diberikan kepada orang yang miskin.

6. Natal di Filipina
Orang Filipina sangat menyukai Natal, lagu-lagu Natal sudah mengudara di berbagai stasiun radio bahkan sejak bulan september. Pada tanggal 16 hingga 24 Desember pagi diadakan misa khusus yang disebut "Misa de Gallo", dan seusai misa biasanya disediakan berbagai sajian makanan khas daerah yang terbuat dari beras. Pada malam Natal, seusai mengikuti misa tengah malam, para keluarga Filipina berkumpul untuk menikmati makan malam bersama. Menunya pun cukup mengundang selera, yaitu babi panggang utuh, daging asap, aneka keju serta masakan lainnya. Ini adalah saat dimana keluarga berkumpul untuk memohon kesehatan dan keselamatan bagi setiap orang. Lalu hadiah Natal pun dibuka dengan gembira.

7. Natal di Korea
Anak-anak di Korea mempunyai tradisi sendiri dalam merayakan Natal, yaitu dengan saling memberi kartu Natal. Tidak peduli berapa banyak teman sekolah atau teman bermain, mereka akan mengirim dan membalas semua kartu yang mereka terima, meski dengan demikian anak-anak di Korea harus melewatkan jam tidur malamnya hanya untuk membalas kartu-kartu Natal tersebut. Uniknya, setiap kartu memiliki isi yang berbeda. Ini menunjukkan bagaimana mereka mengekspresikan perasaan mereka pada setiap orang yang mereka kenal.

8. Natal di Australia
Tidak seperti suasana Natal yang seringkali digambarkan jatuh pada musim dingin, Natal di Australia justru jatuh pada musim panas. Karena itu, banyak aktivitas bernuansa Natal yang mereka lakukan di kolam renang, pantai, atau pusat perbelanjaan. Permainan kriket yang dimulai sehari sesudah Natal dan perlombaan perahu dayung (yacht) dari Sydney ke Hobart di Pelabuhan Sydney adalah dua acara olah raga penting yang diadakan tiap Natal. Namun seperti layaknya tradisi Natal di berbagai negara lain, keluarga Kristen di Australia biasanya juga meluangkan waktu untuk berkumpul dan makan bersama di malam Natal.

9. Natal di China
Anak-anak Kristen di Cina menghias rumah dan pohon Natal mereka dengan lentera dan bunga-bunga dari kertas. Lentera itu mengingatkan mereka akan Yesus, Sang Terang dunia. Perayaan natal di Cina disebut dengan Sheng Dan Jieh, yang artinya Festival Kelahiran Suci. Mereka mendekorasi rumahnya dengan pohon natal, poster-poster dan rangkaian kertas berwarna terang. Pohon natal atau yang disebut “Pohon Terang”, akan dihiasi dengan berbagai macam ornamen, berupa lentera, bunga dan juga kertas-kertas bewarna merah yang melambangkan kebahagiaan. Menjelang Natal rumah mereka terlihat terang karena dihiasi dengan Lentera yang terbuat dari kertas dan juga gambar klenteng yang tertempel disetiap jendela.

10. Natal di Irlandia
Pada malam Natal di Irlandia, anak terkecil dalam sebuah keluarga menyalakan lilin dan meletakkannya pada jendela terbesar. Lilin itu akan dibiarkan menyala sepanjang malam untuk menerangi jalan bagi orang yang mencari tempat berteduh, seperti Maria dan Yusuf pada Natal pertama. Dan menurut tradisi, lilin itu hanya boleh ditiup oleh wanita yang bernama Maria.

11. Natal di Swedia
Hari raya Santa Lusia tanggal 13 Desember adalah perayaan pertama Natal di Swedia. Nama Santa Lusia dipakai untuk mengingat seorang gadis kecil bernama Lusia yang membawakan makanan bagi orang-orang Kristen yang bersembunyi ratusan tahun yang lampau. Anak tertua dalam sebuah keluarga mengenakan lilin di atas kepalanya dan membawa roti untuk sarapan bagi keluarga mereka di tempat tidur.

12. Natal di Venezuela
Di Venezuela anak-anak mendapat hadiah Natalnya pada tanggal 6 Januari, yaitu pada perayaan hari tiga orang Majus. Sebelum tidur, anak-anak menaruh jerami bagi unta-unta orang Majus, dan pada pagi harinya mereka akan menemukan hadiah dari orang Majus.

13. Natal di Greenland
Keluarga di Greenland harus mengimpor pohon Natal dari luar negeri, karena di negara mereka pohon itu tidak tumbuh.

14. Natal di Inggris
Puding plum dan masakan ayam kalkun khas Inggris,Gregor, menjadi masakan istimewa pada hari Natal di Inggris. Di beberapa rumah di Inggris, gelondongan kayu besar diletakkan di perapian pd malam Natal. Diterangi cahaya kayu yg terbakar,lagu pujian dinyanyikan. Juga dipentaskan drama kelahiran Yesus. Menurut tradisi, anak2 boleh tetap terjaga hingga kayu itu terbakar habis. Ini merupakan kesempatan bagi anak2 untuk tidak tidur sampai larut malam. Hadiah2 Natal di Inggris diberikan pd 25 Januari.

15. Natal di Polandia
Di Polandia, beberapa keluarga sama sekali tidak makan sepanjang hari apa 24 Desember. Baru ketika bintang pertama muncul di langit malam,makan malam dihidangkan. Biasanya jamuan yang dihidangkan merupakan makanan paling mewah dan paling beragam sepanjang tahun. Sebuah kursi kosong dipasang di dekat meja untuk memberi pesan,"Yesus diundang ke meja makan kami."

16. Natal di Liberia
Kebanyakan penduduk di Liberia tidak merayakan Natal, tetapi mereka menghias rumah mereka dengan sebatang pohon palem yang dihiasi lonceng merah dan menyanyikan lagu Natal.

17. Natal di Irak
Di malam Natal seluruh keluarga akan berkumpul untuk mendengarkan kisah Natal. Seorang anak akan membacakan kisah Natal dari Alkitab sementara anggota keluarga yang lain memegang lilin-lilin.

18. Natal di Amerika Serikat
Happy X'Mas. Salam Natal ini diucapkan oleh orang Amerika. Huruf X di awal kata X'mas merupakan tulisan Yunani untuk simbol Kristus.
Karena banyaknya kaum migran di Amerika, cara merayakan Natal di Amerika lebih beragam. Namun, sebagian besar tradisi Natal di Amerika tidak berbeda jauh dengan tradisi di Eropa. Yang menajubkan dari tradisi Natal di Amerika adalah parade yang digelar besar-besaran.

19. Natal di Belanda
Daya tarik Natal bagi anak2 di Belanda adalah kedatangan Santa Nikolaus(Sinterklas) yang membawa hadiah. Sebagaimana anak2 di jerman, pada 6 Desember anak2 Di Belanda juga meletakkan kaos kaki di depan pintu dengan harapan akan diisi hadiah Natal oleh Sinterklas. Selain itu mereka juga membuat perapian dan meletakan jerami di depan pintu bagi kuda Sinterklas. Mereka percaya saat Natal tiba Sinterklas akan datang membawa berbagai hadiah

20. Natal di Italia
Pohon Natal bukanlah fokus utama perayaan Natal di Italia. Pada malam Natal, hadiah dibagikan berdasarkan lotre. Jadi bukan dibagikan orang per orang. Setiap orang sudah menyiapkan hadiah2 kecil yang diberi label nomor. Lalu pada 6 Januari, seorang nenek sihir tua dan jelek dengan sapu bernama Befana akan mengetuk pintu. Ia membawakan hadiah untuk anak yang baik dan sebohkah batu bara bagi anak yang nakal.

21. Natal di Yunani
Pada 24 Desember anak2 di Yunani berparade sepanjang jalan dengan menenteng terompet dan lonceng sambil menyanyikan kalanda,lagu2 pujian yang diyakini akan memberikan keberuntungan. Sebagai imbalannya, para penonton akan memberikan mereka hadiah kecil.

22. Natal di Rusia
Pada umumnya, negara2 Eropa menggunakan kalender Gregorian. Namun, Rusia menggunakan kalender Julian. Menurut kalender Julian, Natal jatuh pada 31 Desember, saat anak2 di Rusia menerima hadiah Natal dari manusia kerdil bernama Forst. Tanggal 11 Januari merupakan tahun baru dan berakhirnya masa Natal di Rusia.

23. Natal di Ethopia
Pihak Gereja Ortodok Ethopia menyebut hari kelahiran Yesus ini dengan sebutan Ganna. Masyarakat di sana merayakan natal pada tanggal 7 Januari. Ini dikarenakan mereka masih mengikuti sistem kalender Julian kuno . Pada hari itu setiap keluarga akan datang mengunjungi gereja dengan mengenakan pakaian bewarna putih atau membungkus dirnya dengan jubah tradisional, yang terbuat dari bahan katun tipis berwarna putih garis-garis. 12 hari setelah perayaan Ganna atau tepatnya pada tanggal 19 januari, mereka akan merayakan Timkat, yaitu peringatan hari pembabtisan Yesus. Perayaan ini akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut.

24. Natal di Brazil
Salah satu tradisi adalah untuk menciptakan sebuah adegan atau Presépio kelahiran. Asal-usul kata dari kata Ibrani "presepium" yang berarti tempat tidur di atas jerami yang pertama Yesus tidur di Betlehem.The Presépio adalah umum di timur laut Brazil (Bahia, Sergipe, Rio Grande do Norte, Paraíba, Maranhão, Ceará, Pernambuco, Piauí dan Alagoas). Presépio diperkenalkan pada abad ke-17, di kota Olinda di negara bagian Pernambuco oleh seorang biarawan Fransiskan bernama Gaspar de Santo Agostinho. Saat ini presépios ditetapkan pada bulan Desember dan ditampilkan di gereja-gereja, rumah, dan toko.

25. Natal di Cekoslowakia
Tradisi kuno bersama oleh Cekoslowakia dan Polandia melibatkan memotong cabang dari sebuah pohon ceri memasukkannya ke dalam air dalam rumah untuk mekar. Jika mekar terbuka pada waktunya untuk Natal itu dianggap nasib baik, dan juga sebuah tanda bahwa musim dingin mungkin pendek. Harapan awal musim semi semangat membantu menjaga selama musim dingin gelap yang panjang.

26. Natal di Kanada
Menghias pohon cemara dengan hiasan-hiasan yang mewakili Natal, membeli atau membuat masing-masing mendapatkan hadiah yang dibungkus dengan kertas pembungkus untuk diletakkan di bawah pohon sehingga mereka dapat dibuka pada Hari Natal. Santa Claus adalah orang yang yang membawa hadiah. Anda tidak bisa tahu apa yang akan Anda dapatkan, sehingga merupakan bagian dari kesenangan Hari Natal. Pada malam Natal, Desember 24, biasanya ada makan malam kalkun dan di tengah malam, Santa Claus dikatakan datang ke tempat cerobong asap dan hadiah di bawah pohon. Kemudian ia kembali ke atas cerobong (dia sihir) dan terbang ke rumah berikutnya di giring dengan 9 rusa menariknya melalui udara (terbang). Pada Hari Natal, semua hadiah dibuka.

27. Natal di India
Orang Kristen di India menghiasi pohon mangga atau pisang pada waktu Natal. Kadang-kadang mereka juga menghiasi rumah mereka dengan daun mangga. Di beberapa bagian di India, tanah liat kecil lampu minyak-pembakaran digunakan sebagai hiasan Natal, mereka ditempatkan di tepi atap datar dan pada bagian atas dinding. Gereja-gereja yang dihiasi dengan poinsettia dan menyalakan lilin untuk pelayanan Malam Natal.

28. Natal di Iran
Iran, sebelumnya Persia, adalah tanah tempat Bijak Tiga orang yang diyakini memiliki hidup ketika Yesus lahir. Hari-orang Kristen di Iran mulai puasa dari produk-produk hewani pada 1 Desember. Ini disebut "Little Fast". "Big Fast" terjadi selama masa prapaskah, enam minggu sebelum Paskah. Setelah pelayanan Gereja 25 Desember mereka menikmati makan malam Natal yang mereka sebut "Little Feast". Sebuah hidangan tradisional adalah sup ayam yang disebut harasa. Hadiah biasanya tidak dipertukarkan tetapi anak-anak mendapat pakaian baru yang mereka kenakan dengan bangga pada Hari Natal.

29. Natal di Jepang
Banyak kebiasaan barat dalam merayakan Natal telah diadopsi oleh Jepang. Selain bertukar hadiah mereka makan kalkun pada Hari Natal, dan di beberapa tempat masyarakat bahkan ada pohon Natal. Mereka menghias rumah mereka dengan pepohonan dan mistletoe, dan di beberapa rumah lagu-lagu Natal dinyanyikan riang. Di Jepang ada dewa atau imam yang dikenal sebagai Hoteiosho, yang mirip Santa Claus kami. Dia selalu digambarkan sebagai seorang pria tua yang baik membawa ransel besar.Dia diduga memiliki mata di belakang kepalanya. Hal ini baik bagi anak-anak untuk menjadi baik ketika melihat semuanya ini pria adalah di luar negeri.

30. Natal di Nikaragua
Seperti banyak negara Amerika Latin, Nikaragua tetap banyak mengambil dari kebiasaan lama Spanyol. Pada minggu-minggu menjelang Natal orang-orang berjalan-jalan jalan-jalan di mana terdapat banyak hal untuk membeli: lilin, gambar Nativity, mainan dan makanan.Anak-anak membawa wangi bunga untuk mengubah dari Perawan dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Pada malam Natal, lonceng gereja mengisyaratkan masyarakat untuk Midnight Mass .Pada 6 Januari perayaan Epiphany, itu adalah tiga orang bijak yang membawa hadiah untuk anak-anak. Sering kali musim Holiday diakhiri dengan tampilan yang cemerlang kembang api.

31. Natal di Denmark
Perayaan Natal, di denmark, dirayakan pada tengah malam Malam Natal. Semua orang berharap untuk pencuci mulut ketika puding beras khusus disajikan dalam satu almond yang tersembunyi. Siapa pun yang menemukan almond akan mendapatkan keberuntungan untuk tahun mendatang

32. Natal di Norwegia
Seperti negara-negara Skandinavia lainnya, Norwegia memiliki hadiah-bantalan gnome kecil atau elf. Dikenal sebagai Julebukk atau "Christmas buck," ia muncul sebagai makhluk mirip kambing.Julebukk Viking harkens kembali ke saat-saat ketika kaum pagan menyembah Thor dan kambingnya. Selama perayaan pagan seseorang berpakaian kulit kambing, membawa kepala kambing, akan meledak di atas pesta dan selama perjalanan malam akan "mati" dan kembali ke kehidupan.

33. Natal di Portugal
Natal dirayakan dengan cara yang sama seperti di Spanyol. Portugis menikmati pesta tambahan, yang disebut consoada, pada jam pagi Hari Natal. Mereka menetapkan tempat ekstra di meja untuk alminhas a penar ( "jiwa-jiwa orang mati"). Di beberapa daerah remah-remah yang tersisa di perapian untuk jiwa-jiwa ini, kebiasaan yang berasal dari praktek kuno benih mempercayakan kepada orang mati dengan harapan bahwa mereka akan memberikan panen yang melimpah.

34. Natal di Romania
Tradisi di Rumania adalah untuk anak-anak untuk perjalanan dari rumah ke rumah menyanyikan lagu-lagu Natal dan membaca puisi, dan legenda sepanjang musim Natal. Pemimpin membawa kayu besar bintang yang disebut Steaua, yang ditutupi dengan kertas mengkilap dan dihiasi dengan lonceng dan pita berwarna. Sebuah gambar dari Keluarga Kudus disisipkan di pusat bintang, dan seluruh ciptaan terikat pada tiang sapu atau gemuk.

35. Natal di Skotlandia
Skotlandia merayakan Natal yang agak muram dan cadangan kegembiraan mereka untuk malam Tahun Baru yang disebut Hogmanay. Kata ini mungkin berasal dari semacam kue oat tradisional yang diberikan kepada anak-anak di Malam Tahun Baru. Orang pertama yang menginjakkan kaki di tempat tinggal di Tahun Baru dianggap sangat mempengaruhi nasib penghuni. Umumnya orang asing dianggap membawa keberuntungan. Tergantung pada daerah, mungkin akan lebih baik untuk memiliki berambut gelap atau asing berambut pirang menginjakkan kaki di rumah. Tradisi ini secara luas dikenal sebagai "pijakan pertama".

36. Natal di Skandinavia
Hal ini dari Skandinavia yang sebagian besar berasal tradisi Yule log. Musim dingin yang gelap mengilhami perkembangan tradisi berkaitan dengan kehangatan dan cahaya. Masa Natal, yang berarti "balik matahari" atau titik balik matahari musim dingin, secara tradisional merupakan waktu yang sangat penting di Scandinavia - saat ketika keberuntungan untuk tahun yang akan datang ditentukan dan ketika mati dianggap berjalan di bumi. Untuk waktu yang lama, itu dianggap berbahaya untuk tidur sendirian pada malam Natal. Keluarga besar, majikan dan hamba, sama-sama akan tidur bersama di tempat tidur yang baru dari jerami.

37. Natal di Wales
Caroling populer di Wales di mana disebut eisteddfodde dan sering disertai dengan sebuah harpa.Di beberapa daerah pedesaan seorang warga dipilih untuk menjadi Mari llwyd. Orang ini melakukan perjalanan di sekitar kota terbungkus putih dan membawa seekor kuda tengkorak pada tiang yang panjang. Siapa pun diberi "menggigit" oleh rahang kuda harus membayar denda.

Secara garis besar, perayaan natal di beberapa negara hampir sama, mungkin beda dengan budaya dan tradisi yang dijalankannya.

sumber : Kaskus.com

vikrii_chiaki
1 Response
  1. Wah dari ke 37 negara yg disebutkan tradisinya berbeda-beda ya. Seru juga :)

    Kunjungi blok saya juga ya di http://www.wovgo.com/ . Makasih :)


Poskan Komentar